Penumpang Kereta Siantar Ekspres Melonjak, Terjadi Perubahan Pola Mobilitas Warga

KLIKNUSAE.com - Lonjakan jumlah penumpang Kereta Api Siantar Ekspres pada triwulan pertama 2026 menandai perubahan pola mobilitas warga Sumatera Utara.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat 135.687 pelanggan menggunakan layanan relasi Medan–Pematangsiantar sepanjang Januari–Maret 2026.

Angka ini naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 116.355 penumpang.

Sementara itu Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut pertumbuhan ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik.

Khususnya terhadap transportasi kereta api.

“Kesadaran masyarakat untuk beralih ke angkutan massal terus menguat,” ujarnya di Medan, Sabtu, 11 April 2026.

Kenaikan ini tak lepas dari peran skema subsidi pemerintah melalui Public Service Obligation (PSO).

Subsidi tersebut membuat tarif Siantar Ekspres tetap terjangkau—Rp22 ribu per perjalanan—tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Biaya transportasi

Bagi banyak warga, kereta ini menjadi alternatif rasional di tengah biaya transportasi yang kian tinggi.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini, Siantar Ekspres rata-rata mengangkut 1.508 penumpang per hari.

Angka itu melampaui kapasitas harian yang tersedia, yakni 1.272 kursi, atau setara 119 persen tingkat okupansi.

Data ini menegaskan, kereta tersebut tak lagi sekadar pilihan musiman, melainkan telah menjelma sebagai moda transportasi rutin.

Sebagai kereta lokal antarkota, Siantar Ekspres menghubungkan enam wilayah strategis: Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Simalungun, hingga Pematangsiantar.

Dengan empat kali perjalanan setiap hari, layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas komuter. Sekaligus mendukung program pengurangan penggunaan kendaraan pribadi yang didorong pemerintah daerah.

Tak hanya melayani kebutuhan harian, Siantar Ekspres juga menopang arus wisata menuju kawasan Danau Toba.

Dari Stasiun Siantar, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke Parapat—gerbang utama menuju danau vulkanik terbesar di Indonesia—dan menyeberang ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata atau Tigaras.

Pilihan jadwal yang tersebar dari pagi hingga malam—dari Medan pukul 11.45 dan 20.30 WIB, serta dari Pematangsiantar pukul 07.10 dan 15.35 WIB—memberi fleksibilitas bagi pengguna.

Kombinasi tarif murah, konektivitas luas, dan frekuensi perjalanan menjadikan Siantar Ekspres kian relevan sebagai solusi transportasi publik yang efisien.

Di tengah upaya pemerintah menekan kemacetan dan konsumsi energi, kereta ini tampil sebagai jawaban yang—setidaknya untuk saat ini—masih sulit ditandingi moda lain. ***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae