Akhir April, Menjadi Target Pengelolaan Kebun Binatang Bandung
KLIKNUSAE.com - Pemerintah Kota Bandung membuka babak baru pengelolaan Kebun Binatang Bandung.
Di tangan Muhammad Farhan, proses penataan kawasan konservasi itu kini memasuki fase penentuan.
Mencari mitra yang dinilai mampu mengangkat standar pengelolaan yang lebih tinggi.
Sebanyak 85 lembaga konservasi berbadan hukum telah diundang mengikuti proses seleksi.
Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penanda tingginya minat terhadap pengelolaan kebun binatang yang selama ini kerap disorot publik.
Farhan menyebut proses tersebut tidak berjalan longgar. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga Pemerintah Kota Bandung ikut mengawasi setiap tahapnya.
“Prosesnya diawasi langsung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 13 April 2026.
Di luar struktur formal, suara publik ikut masuk dalam perhitungan. Pemerintah kota membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan.
Transparansi dijadikan kata kunci, sekaligus upaya meredam skeptisisme yang selama ini mengiringi pengelolaan kebun binatang tersebut.
Tingginya perhatian publik dan ketertarikan lembaga konservasi, termasuk dari luar negeri, dibaca Farhan sebagai sinyal positif.
Bertaraf Internasional
Ia melihat momentum ini sebagai kesempatan membangun pengelolaan bertaraf internasional—sebuah target yang terdengar ambisius, namun kini mulai dirumuskan jalannya.
Dari puluhan peserta, hanya segelintir yang akan lolos. Pemerintah kota menyiapkan penyaringan ketat, terutama pada aspek reputasi dan kapasitas pengelolaan konservasi.
“Yang penting dia harus memiliki reputasi yang sangat baik,” ujarnya.
Proses seleksi ditargetkan mulai mengerucut pada akhir April 2026. Tidak ada preferensi khusus terhadap peserta tertentu.
Pemerintah kota, kata Farhan, akan bertumpu pada parameter profesional dan standar yang telah ditetapkan.
Di balik proses seleksi itu, tersimpan potensi investasi yang tidak kecil.
Farhan memperkirakan kebutuhan dana pengelolaan dapat menembus lebih dari Rp50 miliar dalam dua tahun pertama.
Angka itu, sekaligus, menjadi penegas bahwa pengelolaan kebun binatang bukan sekadar urusan konservasi, tetapi juga perkara kapasitas finansial dan manajerial.
Pada titik ini, masa depan Kebun Binatang Bandung bergantung pada satu hal. Siapa yang akhirnya dipercaya mengelolanya, dan sejauh mana janji perbaikan benar-benar diwujudkan. ***
