Kota Bandung Mengincar Pelari, Membenahi Kota dengan Sport Tourism
KLIKNUSAE.com - Euforia lomba lari merambat ke Bandung. Pemerintah kota membaca gejala ini sebagai peluang baru, sport tourism.
Wali Kota Muhammad Farhan tak ingin momentum itu berlalu sebagai tren musiman.
Ia ingin lomba seperti Tiento Run tumbuh menjadi agenda tetap, membesar dari tahun ke tahun.
Sejak akhir Maret, denyut itu kian terasa. Event lari bermunculan, sebagian mulai berskala nasional.
Bandung, dengan udara sejuk dan lanskap kota yang relatif ramah aktivitas luar ruang, menjadi incaran.
Di mata Farhan, ini bukan sekadar soal olahraga, melainkan potensi menggerakkan pariwisata sekaligus membentuk gaya hidup sehat warga.
Namun peluang itu datang bersama pekerjaan rumah lama. Infrastruktur kota belum sepenuhnya siap.
Pemerintah kota menargetkan perbaikan 17 ruas jalan tahun ini. Sebuah langkah yang terdengar teknokratis, tapi krusial bagi pelari, pesepeda, dan pengguna jalan lain.
Persoalan menjadi lebih kompleks di ruas-ruas yang kini berfungsi sebagai koridor busway.
Penyesuaian harus dilakukan hati-hati, transportasi publik tetap berjalan, tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan lain. Di sinilah keseimbangan diuji.
Lebih jauh, Farhan menyinggung wajah kota yang belum sepenuhnya rapi. Sampah, penerangan jalan, hingga kualitas permukaan jalan masih menjadi catatan.
Beautifikasi besar terakhir dilakukan pada 2017. Sejak itu, pembenahan menyeluruh belum kembali dilakukan dalam skala yang sama.
Ukuran keberhasilan, menurut Farhan, bisa jadi sederhana. Jika pelari dan pesepeda berhenti mengeluh, kota ini berada di jalur yang benar.
Di tengah geliat itu, dukungan sponsor mulai mengalir. Merek lokal seperti Spotec ikut meramaikan.
Farhan melihat peluang lebih jauh yakni Bandung tak hanya menjadi tuan rumah lomba. Tetapi juga pusat pertumbuhan industri sepatu olahraga nasional.
Ambisinya jelas. Menjadikan Bandung sebagai destinasi utama pelari. Kota yang bukan hanya ramai oleh event, tetapi juga nyaman ditinggali.
Sebuah target yang terdengar sederhana, tapi menuntut kerja panjang. ***
