Sektor Pariwisata Jabar Diprediksi Tumbuh Cepat

KLIKNUSAE.com - Sektor pariwisata Jabar diprediksi akan tumbuh lebih cepat. Hal ini terlihat dari penanganan Covid-19 yang semakin membaik.

Dorongan lain, yakni kelonggaran pemerintah yang diberikan saat libur lebaran atau Idul Fitri 2022 akan berkontribusi cukup besar.

“Kita akan melihat perjalanan 10 hari libur yang diberikan. Ini merupakan libur terpanjang yang harus benar-benar dimanfaatkan untuk penyebaran kunjungan objek wisata di tanah air,” kata Henky Hotma Parlindungan, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di acara Diskusi Pariwisata yang berlangsung di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jawa Barat, Senin 18 April 2022.

BACA JUGA: Dedi Taufik: Kolaborasi Menjadi Kata Kunci Pariwisata Jabar Juara

Menurut Hengky, pihaknya tetap memiliki komitmen yang tinggi dalam upaya turut menggerakan kembali sektor pariwisata di Jawa Barat.

Foto: adhi

“Terlebih, sektor pariwisata termasuk industri perhotelan yang paling terpukul. Pada saat pandemi okupansi hanya 5 persen. Sekarang, mulai tumbuh hingga rata-rata di 30 persen. Pencapaian ini tentu, harus terus dipertahankan,” katanya.

Momentum Libur Lebaran

Untuk itu, selama libur lebaran hendaknya dijadikan momentum untuk mendongkrak kunjungan wisata.

Apalagi, di Jawa Barat diperkirakan akan ada 80 juta pemudik sehingga potensi ini hendaknya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

BACA JUGA: Sumedang Segera Miliki Landmark Pariwisata Terbaik di Jawa Barat

“Namun dibalik prospektif tersebut, kita tetap harus hati-hati. Karena, saat ini situasinya masih pandemi. Jangan sampai kemudian menjadi terbalik, akibat kendornya pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes),” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Henky meminta, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat untuk memperhatikan, penerapan Prokes, dan  penggunaan PeduliLindungi.

Dengan cara ini sektor pariwisata Jabar akan lebih cepat menuju pemilihan ekonomi.

Diskusi ini dipandu Ketua GIPI Jabar Herman Muchtar dan dihadiri seluruh asosiasi pariwisata, seperti Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI), Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), ASITA, AKAR, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariwisata.

Sampai berita ini diturunkan pukul 17.15 WIB, diskusi masih berlangsung. Termasuk dialog terkait keberadaan dan posisi pariwisata Jawa Barat di kancah nasional.

***

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya