Pengunjung TMII Tembus di Angka 33 Ribu pada Hari Pertama Tahun Baru
KLIKNUSAE.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tak pernah benar-benar sepi pengunjung ketika kalender berganti angka.
Pada Kamis, 1 Januari 2026, kawasan wisata di Jakarta Timur itu dipadati sekitar 33 ribu pengunjung.
Hari pertama tahun baru menjadi penanda betapa TMII masih kukuh sebagai destinasi favorit warga ibu kota untuk merayakan libur panjang.
“Untuk kunjungan tanggal 1 Januari 2026, ada sekitar 33 ribu pengunjung,” kata Ken Elsa dari Departemen Stakeholder Relations and CSR TMII, Jumat, 2 Januari 2026.
Hingga kini, pengelola masih menghitung total kunjungan sepanjang libur Natal dan Tahun Baru.
Lonjakan pengunjung itu didorong oleh antusiasme keluarga. Sejak pagi hingga sore, rombongan orang tua dan anak-anak menyebar di berbagai sudut kawasan.
Wahana yang bersifat rekreatif sekaligus edukatif menjadi tujuan utama. Kereta gantung kembali menjadi primadona, disusul Museum Indonesia dan panggung-panggung pertunjukan budaya.
“Pengunjung cukup merata karena mayoritas datang bersama keluarga. Tapi yang tetap paling diminati adalah kereta gantung, Museum Indonesia, serta pertunjukan budaya di Panggung Budaya,” ujar Elsa.
Kereta gantung masih menjadi ikon TMII. Dari ketinggian, pengunjung bisa menyapu pandang lanskap miniatur Indonesia dalam satu tarikan napas.
Pertunjukan Budaya
Sementara itu Museum Indonesia dan area pertunjukan budaya menawarkan pengalaman yang lebih hening. Belajar sejarah dan keberagaman nusantara di tengah hiruk-pikuk libur tahun baru.
Malam pergantian tahun menambah semarak. Musik menggema di kawasan TMII, menarik ribuan orang bertahan hingga larut.
Konser yang menghadirkan Vieratalle, Souljah, dan Soulful menjadi salah satu daya tarik utama. “Konsernya ramai. Suasananya hidup,” kata Elsa.
Di tengah padatnya pengunjung, pengelola menerapkan pengaturan lalu lintas internal dan menyiagakan petugas di sejumlah titik strategis.
Rekayasa itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran mobilitas wisatawan.
TMII sendiri memang memasang target cukup tinggi. Selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pengelola membidik total 430 ribu pengunjung. Terhitung sejak 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
“Kami menargetkan 430 ribu pengunjung selama periode libur akhir tahun,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, akhir Desember lalu.
Sedangkan untuk mengejar target tersebut, TMII mengusung wajah baru sebagai destinasi budaya modern—edukatif, inklusif, dan ramah lingkungan.
Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dilibatkan, bersama artisan lokal dan komunitas daerah, guna menggerakkan roda ekonomi selama liburan.
Beragam aktivasi budaya dan nonbudaya disuguhkan, dari pertunjukan tradisi hingga hiburan modern.
Kuliner nusantara turut meramaikan suasana, berpadu dengan alunan musik yang menggabungkan bunyi-bunyian tradisional dan modern.
Semua dirancang untuk satu tujuan: menjadikan TMII sebagai ruang rekreasi keluarga yang merayakan Indonesia dalam satu kawasan.
Di hari pertama 2026, TMII kembali membuktikan dirinya—bukan sekadar taman wisata, melainkan panggung besar tempat keluarga Indonesia merayakan waktu bersama. ***
