Farhan Ingatkan Pentingnya Menjaga Akar Kebudayaan Sebagai Penyangga Identitas Kota
KLIKNUSAE.com - Di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pentingnya menjaga akar kebudayaan sebagai penyangga identitas kota.
Pesan itu ia sampaikan dalam Pagelaran Seni Wanda Sunda yang digelar di El Hotel Bandung, beberapa waktu lalu.
Farhan menyebut, di balik hiruk-pikuk persoalan kota, dari kepadatan penduduk hingga tekanan pembangunan masih ada ruang yang terus dijaga: kebudayaan.
Ia mengaku bersyukur karena upaya merawat warisan leluhur tidak berhenti di tangan pemerintah semata.
Namun pentingnya keterlibatan para seniman, akademisi, pegiat budaya, dan tokoh-tokoh senior yang konsisten hadir menjaga nyala tradisi.
Menurut Farhan, peran kalangan akademik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan.
Dari ruang-ruang kajian dan penelitian, masyarakat dapat memahami akar sejarah sebuah karya seni.
Maknanya bagi zaman kini, serta arah perkembangannya di masa depan. Kebudayaan, baginya, bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan pengetahuan yang hidup dan terus ditafsirkan ulang.
Ia kemudian merefleksikan perjalanan panjang Bandung sebagai kota yang terus berubah wajah.
BACA JUGA: Merebaknya Isu Superflu Jangan Bikin Panik, Wali Kota Bandung Farhan Ingatkan Jangan Spekulasi
Nilai Kultural
Dari kota kosmopolitan di awal abad ke-20, melewati masa revolusi dan gejolak sosial di pertengahan abad, mencapai fase kemapanan pada dekade 1980–1990-an. Hingga kembali diguncang berbagai perubahan di abad ke-21.
Namun di balik seluruh transformasi itu, Farhan menilai satu hal tak pernah benar-benar terputus: akar budaya.
Bandung, kata dia, selalu memiliki nilai-nilai kultural yang mengikat siapa pun yang hidup di dalamnya.
Termasuk mereka yang tidak lahir di kota ini. Farhan menyebut dirinya sebagai contoh.
Lahir di Bogor dan berasal dari latar belakang daerah yang berbeda, ia mengaku disambut dan dibentuk oleh akar budaya Bandung sejak menetap di kota ini pada 1975.
Dengan kepadatan penduduk yang kini mencapai sekitar 15 ribu jiwa per kilometer persegi, Farhan melihat Bandung telah tumbuh menjadi ekosistem pemikiran yang khas.
Wilayah Bandung Utara, Selatan, Timur, hingga kawasan barat, masing-masing melahirkan karakter dan medium ekspresi budaya yang beragam melalui proses asimilasi yang panjang dan kaya.
Pagelaran malam itu, bagi Farhan, bukan sekadar pertunjukan seni. Ia menjadi perayaan akar warga Kota Bandung. Akar yang terus tumbuh, menguat, dan menjadi fondasi kebudayaan kota di masa depan. ***
