Cianjur Tak Lagi Sebagai Zona Aman Covid-19
Kliknusae.com - Kabupaten Cianjur,Jawa Barat kini tak lagi menjadi zona hijau atau kawasan aman dari pandemi corona (Covid-19). Hal ini menyusul ditemukannya pasien Covid-19 yang meninggal dunia, tidak lama setelah melahirkan.
"Ya, dengan kejadian ini, status Cianjur sebagai zona hijau kini berubah jadi zona kuning," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur Yusman Faisal, Selasa (21/4/2020).
Adalah MM (26), seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Cianjur, mengalami nasib memilukan.
Setelah melahirkan bayi kembar, MM meninggal dunia. Belakangan, ia dinyatakan positif terpapar virus corona (Covid-19).
Tragisnya, satu dari bayinya turut meninggal dunia. Sementara bayi satunya lagi kini berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) dan tengah dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung.
Yusman Faisal menyebutkan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, MM datang ke RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani persalinan pada 31 Maret 2020, sebagai pasien rujukan puskesmas.
"Di rumah sakit, pasien melahirkan bayi kembar laki-laki. Berselang empat hari, ia diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan sembuh," kata Yusman.
Sehari berselang, ia mengalami gejala sesak napas di rumahnya. Namun, baru berobat ke puskesmas setempat pada 6 April.
"Diperiksa di sana dan di rapid test, hasilnya reaktif. Kemudian dirujuk ke RSUD Sayang. Namun, karena ruang isolasi penuh, maka dirujuk ke RS Cimacan," ujar dia.
Disebutkan, sehari berselang, MM menghembuskan napasnya yang terakhir. Tim medis telah mengambil sampel dahak untuk dikirim ke Labkesda Jabar untuk diperiksa.
"Baru kemarin pada 17 April hasilnya keluar, dan positif Covid-19," ucapnya.
Sementara satu bayinya yang masih hidup, dikatakan Yusman, masih menjalani penanganan intensif di RS Hasan Sadikin Bandung dengan status PDP.
"Informasi terbaru, kondisinya membaik. Sudah diambil swab dan hasilnya sudah ada, meski baru secara lisan, negatif," kata Yusman.
Lebih lanjut dikatakan, MM merupakan kasus pertama atau kasus 01 Covid-19 di Kabupaten Cianjur.
Sementara itu Plt Bupati Cianjur Herman Suherman usai melakukan video konperensi dengan Gubernur Jawa Barat mengemukakan bahwa pihaknya akan membuat dapur umum di setiap kecamatan di Cianjur selama bulan ramadhan, untuk membantu masyarakat Cianjur saat berbuka puasa.â£
â£
Cianjur juga mendapatkan apresiasi karena bisa meminimalisir positif Covid 19, dan Cianjur termasuk kabupaten yang paling kecil di seluruh Jawa Barat yang terdampak covid 19. â£
â£
"Saya berharap mari kita bersama-sama untuk saling bahu membahu, berkolaborasi dan bersama-sama untuk mentaati anjuran pemerintah dan saling membantu sesama warga yang lainnya," tandasnya. â£
â£
"Saya mencintai seluruh warga masyarakat Cianjur, saya berharap kita selalu sehat, bersyukur, sabar, dan tawakkal, serta selalu berharap dan bergantung hanya kepada Allah SWT." tambahnya.
(adh)