KLIKNUSAE.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kapolda Jabar Rudi Setiawan kompak mengingatkan soal keselamatan.
Mereka meminta Bobotoh agar tidak larut dalam euforia berlebihan.
Himbauan itu disampaikan menyusul peluang Persib Bandung meraih gelar juara Super League 2025/2026.
Keduanya meminta perayaan kemenangan dilakukan secara tertib, dewasa, dan tetap menghormati masyarakat lain.
Dedi Mulyadi menegaskan kemenangan Persib atas Persija Jakarta dalam lanjutan Super League tidak boleh disikapi dengan sikap jemawa.
Menurut dia, kemenangan harus direspons dengan semangat kesatria dan menjaga kondusivitas di Jawa Barat.
“Imbauannya, tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah yang akan dilalui ke depan, dan perlihatkan kita adalah bangsa kesatria,” ujar Dedi Mulyadi, Senin lalu.
Pria yang akrab disapa KDM itu juga meminta Bobotoh tidak merendahkan pihak yang kalah.
Ia menilai rivalitas sepak bola seharusnya menjadi ajang mempererat persaudaraan, bukan memicu gesekan antarsuporter.
Meski demikian, Dedi mempersilakan Persib menggelar perayaan apabila berhasil memastikan gelar juara Super League musim ini.
Menurut dia, lokasi perayaan bisa ditentukan sendiri oleh manajemen Persib, baik di Bandung maupun di luar Kota Bandung.
Senada dengan itu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan mengingatkan para pendukung Persib untuk tetap mematuhi aturan.
Perayaan Kemenangan
Disamping juga mengutamakan keselamatan saat melakukan konvoi atau perayaan kemenangan.
Ia meminta masyarakat tidak menutup jalan maupun mengganggu aktivitas pengguna jalan lain.
Karena mereka juga memiliki kepentingan dan hak yang sama di ruang publik.
“Jangan mengganggu dan merugikan pihak lain. Karena pada saat kita merayakan tentunya ada saudara-saudara kita yang lain yang punya kepentingan di jalan. Jadi kita juga harus menghormati,” kata Rudi Setiawan.
Kapolda memastikan situasi keamanan di Jawa Barat sejauh ini tetap kondusif.
Ia berharap tidak ada lagi persinggungan antarpendukung klub sepak bola yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Menurutnya, semangat sportivitas harus menjadi budaya baru dalam dunia sepak bola Jawa Barat. Terlebih di tengah antusiasme besar masyarakat terhadap kiprah Persib musim ini. ***