Semangat “Ngamumule Budaya Sunda” Hidup di Perayaan Ultah Sari Ater

2 min read
0 comments
Semangat “Ngamumule Budaya Sunda” Hidup di Perayaan Ultah Sari Ater
Seorang peserta perayaan Ulang Tahun Sari Ater Hot Springs mengambil foto momen penampilan peserta berkebaya dari Sari Group ketika tampil menari di depan panggung acara, Rabu 6 Mei 2026. (Foto: Kliknusae.com/Adhi)

KLIKNUSAE.com – Alunan kendang jaipong menggema sejak pagi di Lapangan Futsal Sari Ater Hot Springs, Subang, Rabu, 6 Mei 2026.

Satu per satu karyawan berdatangan dengan balutan busana adat Sunda. Kaum perempuan tampil anggun mengenakan kebaya berwarna-warni.

Sementara para laki-laki mengenakan pangsi lengkap dengan ikat kepala khas Sunda.

Di bawah langit yang cerah, suasana syukuran ulang tahun Sari Ater berubah menjadi panggung budaya yang hangat sekaligus meriah.

Tahun ini, Sari Ater Hot Springs merayakan perjalanan lebih dari setengah abad usianya dengan tema “Ngamumule Budaya Sunda”.

Tema itu bukan sekadar slogan yang terpampang di sudut panggung, melainkan benar-benar dihidupkan dalam setiap rangkaian acara.

Dari dekorasi bernuansa etnik, musik tradisional, hingga penampilan seni dari masing-masing divisi yang tampil bergantian membawa konsep berbeda.

Sorak tepuk tangan pecah ketika salah satu kelompok tampil membawakan perpaduan tari tradisional dan drama pendek berbahasa Sunda.

Kelompok lain menghadirkan atraksi kaulinan barudak lembur yang mengundang tawa para penonton.

Sesekali terdengar celetukan dalam bahasa Sunda yang membuat suasana terasa akrab seperti pertemuan keluarga besar.

Bagi manajemen Sari Ater, perayaan itu memang sengaja dirancang bukan hanya sebagai seremoni ulang tahun perusahaan. Melainkan momentum untuk mengingat kembali akar budaya daerah.

“Kami ingin merayakan syukuran perjalanan Sari Ater dengan mengingatkan kembali, pentingnya melestarikan budaya daerah,” kata Ari Hermowo usai memberikan sambutan kepada seluruh karyawan.

Ratusan pegawai yang hadir tampak menikmati acara tanpa sekat jabatan. Di sela pertunjukan, mereka saling berfoto, bercengkerama, hingga ikut menari ketika musik tradisional dimainkan lebih cepat.

Kehangatan terasa justru dari kebersamaan sederhana itu, ketika budaya menjadi ruang yang menyatukan.

Menjelang siang, suasana makin semarak saat panitia mengumumkan penilaian untuk kategori Kostum Terbaik dan Kekompakan Team.

Sorak-sorai langsung memenuhi lapangan ketika nama-nama pemenang disebutkan.

Beberapa peserta bahkan berdiri sambil melambaikan tangan dan berpelukan dengan rekan satu timnya.

Kemeriahan belum berhenti. Acara mencapai puncaknya ketika sesi door prize dimulai. Nomor undian dipanggil satu per satu, memancing ketegangan sekaligus gelak tawa

Para peserta berdiri sambil menggenggam kupon masing-masing, berharap membawa pulang hadiah menarik yang telah disiapkan panitia.

“Dari tahun ke tahun, perayaan syukuran Sari Ater selalu menarik untuk diikuti. Ada saja hal baru yang ditampilkan,” kata Agung.

Di tengah perubahan zaman dan derasnya budaya populer modern, perayaan ulang tahun Sari Ater kali ini seperti menjadi pengingat.’

Tak lain dan bukan, bahwa budaya lokal masih memiliki ruang hidup yang hangat. Bukan hanya dipertontonkan, tetapi dirayakan bersama. ***

Bagikan Artikel

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini.

Baca Juga Lainnya

`