Dari Gedebage hingga Cihampelas, Kabel Udara Kota Bandung Mulai Dirapikan

2 min read
0 comments
Dari Gedebage hingga Cihampelas, Kabel Udara Kota Bandung Mulai Dirapikan
Petugas Pemkot Bandung mulai merapikan kabel-kabel udara yang selama ini terkesan semrawut. (Foto: Dok.Pemkot Bandung)

KLIKNUSAE.com – Wajah Bandung perlahan berubah. Di atas ruas-ruas jalan kota, kabel-kabel hitam yang selama bertahun-tahun menggantung semrawut mulai dirapikan.

Pemerintah Kota Bandung sedang berupaya menertibkan jaringan udara yang tak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga kerap membahayakan pengguna jalan.

Sejak awal 2026 hingga Mei ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung mencatat telah merapikan 41 titik kabel di berbagai kawasan kota.

Mulai dari jalan-jalan utama seperti Merdeka, Aceh, dan Cihampelas, hingga kawasan padat aktivitas di Soekarno-Hatta dan Gedebage.

Penertiban juga merambah area permukiman, seperti Cigadung, Sukajadi, dan Mengger.

“Selain kegiatan rutin, kami juga banyak menangani kasus insidentil,” kata Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Indra Arief Budyana, Rabu, 6 Mei 2026.

Kasus insidentil yang dimaksud antara lain kabel terseret truk, pohon tumbang, atau kabel menjuntai akibat perubahan infrastruktur jalan.

Pekan ini, misalnya, petugas menangani kabel menjuntai di kawasan Gedebage. Kabel itu memanjang rendah setelah tiang penyangga hilang terdampak proyek pelebaran jembatan.

Kondisi semacam ini menjadi prioritas penanganan karena dinilai paling berisiko.

Menurut Indra, kabel yang melintang di atas jalan—terutama di persimpangan—rawan tersangkut kendaraan besar.

“Apalagi kalau posisinya rendah atau kendur,” ujarnya.

Mobilitas Petugas

Namun pekerjaan merapikan kabel kota bukan perkara sederhana. Jumlah personel terbatas, sementara gangguan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pada malam hari, misalnya, proses mobilisasi petugas membutuhkan waktu lebih lama karena tidak ada tim siaga penuh selama 24 jam.

Hambatan lain muncul dari koordinasi lintas lembaga. Sejumlah ruas jalan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat sehingga penanganannya memerlukan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Pemerintah Kota Bandung kini menargetkan penataan yang lebih permanen.

Salah satunya dengan mendorong penggunaan kabel bawah tanah, terutama untuk jaringan fiber optik di titik-titik strategis.

“Harapannya ke depan tidak ada lagi kabel yang melintang di atas jalan,” kata Indra.

Setidaknya, kata dia, kabel di kawasan persimpangan dapat dipindahkan ke bawah tanah agar lebih aman sekaligus memperbaiki estetika kota.

Rencana itu juga akan diperkuat dengan pedoman nasional mengenai infrastruktur telekomunikasi yang tengah disiapkan pemerintah pusat.

Aturan tersebut diharapkan menjadi standar bersama antara pemerintah daerah dan operator jaringan.

Di tengah keterbatasan, pemerintah kota mengandalkan laporan warga untuk mempercepat penanganan.

Masyarakat diminta melapor melalui layanan darurat 112 bila menemukan kabel menjuntai atau membahayakan.

Bandung mungkin belum sepenuhnya bebas dari kabel kusut yang menggantung di udara. Namun sedikit demi sedikit, kota ini sedang berusaha menata langitnya sendiri. ***

Bagikan Artikel

Bantu sebarkan informasi bermanfaat ini.

Baca Juga Lainnya

`