Naik Angkot Aktris Nikita Willy "Kulineran" di Bandung, Akui Kota Penuh Daya Pikat

KLIKNUSAE.com - Aktris Nikita Willy memilih cara yang tak lazim untuk menikmati Bandung. Bukan mobil pribadi atau layanan transportasi daring.

Melainkan angkutan kota (angkot) yang membawanya menyusuri denyut keseharian warga.

Pagi itu, ia memulai perburuan rasa dari semangkuk bubur ayam di kawasan yang dikenal padat oleh pemburu sarapan.

Tujuannya, Bubur DPR, salah satu titik kuliner yang kerap disebut warga lokal.

Nikita datang dengan rasa penasaran, lalu pulang dengan kesan yang sederhana namun kuat.

Bubur yang ia cicipi terasa gurih bahkan tanpa tambahan bumbu. Sebuah kualitas yang, bagi sebagian orang, justru menjadi ukuran kejujuran rasa.

Perjalanan berlanjut ke Jalan Braga, ruas jalan yang menyimpan jejak kolonial sekaligus denyut wisata kota.

Di sana, ia singgah ke Sumber Hidangan, toko roti yang bertahan sejak 1929. Interiornya tak banyak berubah.

Dinding tua, etalase klasik, dan aroma roti yang seperti mengikat waktu.

Nikita mencicipi deretan roti jadul: keju, cokelat, kismis, hingga cinnamon. Ia juga mencoba bokkepoot dan es krim tradisional.

Rasanya, menurutnya, tidak berisik, tidak terlalu manis. Jadi, seperti mempertahankan ingatan lama yang enggan diganggu modernitas.

Di sela perjalanan, ia tak sekadar mencicipi makanan. Ia berbaur, menyapa, dan mengamati.

Angkot, yang kembali ia naiki, justru menjadi ruang jeda. Sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai bentuk “healing”. Sederhana, murah, dan barangkali justru karena itu terasa jujur.

Menjelang siang, ia menutup perjalanannya di Bakso Laswee. Semangkuk bakso dengan ragam isian.

Ttulang rusuk, telur, hingga varian rujak menjadi penutup yang tak kalah kuat.

Kuahnya gurih, cukup berdiri sendiri tanpa perlu tambahan sambal.

Sementara  itu bakso rujaknya menawarkan sensasi lain: manis dan pedas, mengingatkan pada kuah siomay.

Dari perjalanan singkat itu, Nikita seperti menegaskan kembali posisi Bandung sebagai kota pelarian singkat yang tak kehilangan daya pikat.

Kuliner yang beragam, sudut kota yang fotogenik, serta suasana yang cenderung ramah, menjadikannya tetap relevan.Terutama bagi warga Jakarta yang mencari jeda.

Share this Post:

Berita Terkait

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae