Akses Wisata di Sumatera Utara Lumpuh Diterjang Banjir Besar, Ini Kata Ketua DPD PUTRI Sumut
KLIKNUSAE.com – Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius pada sektor pariwisata.
Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Sumatera Utara, Syarifudin Siba, mengungkapkan bahwa sejumlah akses menuju objek wisata kini tertutup total akibat genangan air.
Salah satu akses yang lumpuh adalah jalan menuju Pantai Cermin di Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu destinasi wisata favorit masyarakat regional.
“Banjir ini merupakan yang terbesar dan menutup jalan ke beberapa akses tempat wisata. Bahkan jalan menuju ke Bandara Kualanamu juga terdampak,” ujar Siba saat dihubungi Kliknusae.com, Sabtu malam 29 November 2025.
74 Persen Kota Medan Terendam
Menurut Siba, air bah kali ini tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menghantam pinggiran kota hingga ke pusat Kota Medan. Ia menyebut sekitar 74 persen wilayah Kota Medan terdampak banjir.
Ia menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan berapa banyak objek wisata yang terkena dampaknya. Namun, ia menilai skala banjir kali ini bukan bencana biasa.
“Kalau melihat batang-batang pohon yang sudah terpotong hanyut ke hilir, saya rasa ini bukan karena bencana alam biasa,” ungkapnya. Ia menduga kuat ada kerusakan di wilayah hulu yang memicu banjir besar.
Siba juga menyoroti peringatan cuaca buruk dari BMKG yang sudah disampaikan jauh sebelum kejadian.
“Peringatan BMKG itu sudah bagus sekali agar pemerintah daerah melakukan antisipasi karena akan adanya cuaca buruk. Hujan empat hari terus-menerus kemudian menyebabkan banjir bandang,” ujarnya.
19 Kecamatan Terdampak Banjir
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas melaporkan bahwa banjir menerjang 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa 25 November 2025.
Ribuan rumah terendam dan banyak ruas jalan tak dapat dilalui.
Beberapa titik banjir berada dalam kondisi berat, dengan sungai yang meluap dan warga yang mulai melakukan evakuasi mandiri.
“Warga yang dievakuasi sementara ditempatkan di masjid, kantor lurah, maupun kantor kecamatan. Petugas masih mendata jumlah korban dan rumah yang terdampak,” jelas Rico.
Ia menginstruksikan seluruh camat mempercepat proses evakuasi, memastikan dapur umum tersedia. Disamping itu juga melakukan berkoordinasi dengan BPBD dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Terutama untuk anak-anak dan lansia. Pemkot, katanya, akan menetapkan status darurat bila situasi terus memburuk.
Rumah Dinas Gubernur Ikut Kebanjiran
Skala bencana semakin terlihat ketika rumah dinas Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Jalan Sudirman pun tak luput dari rendaman banjir besar pada Kamis 27 November 2025. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.
Sejumlah kendaraan yang memaksa melintas banyak yang mogok.
“Kali ini tinggi kali banjirnya. Enggak biasanya kayak begini. Sudah semua titik di Medan ini terendam kayak sungai,” kata Sari, seorang pengendara motor yang turut terjebak banjir.
Kapolda Kerahkan Pasukan
Untuk membantu penanganan, Polda Sumut menerjunkan 58 personel Ditsamapta ke sejumlah lokasi banjir seperti Kampung Aur (Medan Maimun), Brayan (Medan Barat), Padang Bulan, dan Kecamatan Sunggal.
“Ditsamapta Polda Sumut langsung turun begitu menerima laporan banjir di beberapa titik. Evakuasi masih terus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan.
Menunggu Surut & Perhitungan Kerugian
PUTRI Sumut masih menghimpun data kerusakan objek wisata yang terdampak. Namun Siba memastikan bahwa insiden ini akan memukul aktivitas wisata di Sumut, terutama menjelang akhir tahun.
“Kami terus koordinasi. Begitu air surut, kita akan melihat seberapa besar kerugian dan apa yang harus dipulihkan,” katanya.
Hingga Sabtu malam, curah hujan masih tinggi dan warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. ***
