Dinas Pariwisata Jabar Jajaki Jalur Traincation Bandung–Pangandaran Lewat Ciamis dan Banjar
KLIKNUSAE.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mulai menindaklanjuti salah satu rekomendasi hasil Coffee Morning sektor pariwisata melalui rencana program Traincation rute Bandung – Pangandaran.
Program ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas destinasi wisata di wilayah Priangan Timur.
Sebagai langkah awal, jajaran dinas bersama pemangku kepentingan pariwisata melakukan kunjungan ke wilayah Ciamis dan Banjar.
Hal ini guna menjajaki kemungkinan pembukaan jalur wisata menuju Pangandaran melalui transportasi kereta api.
Sementara itu Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Jawa Barat, Herman Muchtar, mengatakan upaya tersebut menjadi penting karena wilayah Ciamis memiliki potensi wisata yang besar dan masih terbuka untuk dikembangkan.
“Saat ini sedang dikaji pengembangan akses wisata dari Stasiun Banjar menuju Pangandaran untuk meningkatkan konektivitas destinasi wisata,” kata Herman dalam keterangan persnya, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut dia, konektivitas transportasi menjadi faktor kunci untuk menggerakkan arus wisatawan ke kawasan selatan Jawa Barat.
Jika akses menuju Pangandaran semakin mudah, potensi ekonomi daerah di sepanjang jalur tersebut juga diperkirakan ikut terdorong.
Rencana pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi seluruh kegiatan Coffee Morning pada rapat GIPI yang digelar di kawasan Sari Ater Kamboti pada Jumat, 27 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah catatan strategis yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti,.
Khususnya untuk penguatan pariwisata di Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat secara lebih luas.
BACA JUGA: Ketua GIPI Jabar Herman Muchtar Ajak Pelaku Usaha Fokus Cari Solusi
Pengembangan Produk
Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan merumuskan beberapa rekomendasi utama.
Di antaranya perlunya menentukan fokus pengembangan produk atau destinasi wisata agar program perbaikan lebih terarah.
Selain itu, sejumlah fasilitas dan proyek pariwisata yang belum optimal juga dinilai perlu ditinjau kembali pemanfaatannya.
Pengembangan destinasi, menurut peserta pertemuan, harus berjalan seiring dengan penyediaan fasilitas dan infrastruktur yang memadai.
Sedangkan penguatan kawasan wisata Banjar–Pangandaran juga menjadi salah satu perhatian.
Pengembangan wilayah tersebut dinilai memerlukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi. Tujuannya, agar rencana pembangunan berjalan lebih terintegrasi.
Di sisi lain, aspek promosi pariwisata juga menjadi sorotan. Strategi promosi dinilai perlu diarahkan lebih efektif dan tidak hanya bergantung pada kegiatan pameran. Atau pembukaan stan di pusat perbelanjaan.
Forum tersebut juga mendorong optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi destinasi wisata.
Namun, promosi digital tetap harus diimbangi dengan pengembangan destinasi. Serta program pariwisata yang nyata di lapangan agar mampu menarik minat wisatawan secara berkelanjutan. ***
