Menilik Bangunan Unik Gereja Zebaoth

JELAJAH NUSA - Hanekerk atau gereja ayam. Begitulah masyarakat setempat lazim menyebut bangunan gereja kuno yang bernama Gereja Zebaoth. Sebutan itu mengacu pada patung ayam yang terdapat pada puncak menara bagian depan gereja yang terletak di bilangan Jalan Ir H Juanda, Kota Bogor.

Sebelah utara dan timur, Gereja Zebaoth berbatasan langsung dengan Istana Bogor, sementara di sebelah selatan dengan Kebun Raya Bogor. Bangunan memiliki luas sekira 868 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 5.154 meter persegi. Saat ini, bangunan dimiliki Yayasan Gereja Zebaoth.

Bangunan Gereja Zebaoth sebagai tempat ibadah umat Kristiani Protestan ini dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal JP Graff van Limburg Stirum. Peletakan batu pertamanya dilakukan pada 30 Januari 1920.

Sebagai peninggalan Hindia Belanda, bangunan Gereja Zebaoth memiliki bentuk dan gaya arsitektur khas kolonial. Di bagian depan dan samping terdapat pintu dengan kanopi permanen setengah lingkaran menyerupai bentuk kubah. Kanopi pun terpasang di bagian samping belakang, mempercantik tampilan kaca jendela.

Di bagian depan terlihat bangunan ini simetris kedua sisinya. Terdapat satu menara menjulang di bagian depan dengan motif hias geometrik berbentuk segi empat, motif flora dan jendela yang dilengkapi kaca patri. Sementara di ruang dalam ada mimbar, altar dan salib.

Zebaoth sebagai nama gereja rupanya punya arti. Nama tersebut untuk kali pertama diberikan Pendeta Mattimoe pada upacara Paskah tahun 1963. Zebaoth berasal dari bahasa Ibrani yang berarti "Balatentara Tuhan" dan "Tuhan segala kekuatan".

Secara kasat mata, bangunan berusia 97 tahun ini memang tampak kokoh lagi anggun. Kendati begitu, Gereja Zebaoth pernah dipugar pada 4 Desember 1985 oleh Majelis Jemaat GPIB di bawah pimpinan Pendeta Naiola. (IA)*

Share this Post:

Berita Lainnya

E-Magazine Nusae